رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى
بِٱلصَّٰلِحِينَ ﴿٨٣﴾ وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿٨٤﴾
وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٨٥﴾
Artinya: "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku
dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi
orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang
yang mewarisi sorga yang penuh nikmat." (QS. Al-Syu'ârâ': 83-85).
Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim setelah
berhasil mendakwahkan misi dasar Islam kepada kaumnya, yaitu ajakan meniadakan
sesembahan selain Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan kaumnya yang kafir dapat dibaca
dalam Al-Quran Surah Al-Su'ârâ' ayat 69-85.

